Hari keramat itu muncul kembali. Ya, 14 Februari. Hari yang katanya penuh dengan kasih sayang. Hari dimana coklat, mawar, dan warna merah muda bertebaran dimana-mana. Namun, benarkah 14 Februari seindah itu?!
Jika kita merujuk sejarah munculnya Valentine Day, baik dari kitab-kitabnya kafir Barat maupun ensiklopedia dunia, maka kita akan mendapati banyak versi yang berbeda sata sama lainnya. Namun saya tidak bermaksud menjabarkan macam-macam versi history tersebut. Karena disamping sudah terlalu banyak yang membehas tentang hal itu, V’ Day juga jelas bukan berasal dari Islam! Jadi untuk apa kita memperdebatkannya?! Cukuplah kita ingat dengan firman-Nya ta’ala: “Tidak akan pernah ridho Yahudi dan Nashrani hingga kalian mengikuti millah mereka..”, juga sabda Rosul saw.: “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum itu.”.
Dalam coretan singkat ini, saya hanya ingin mengajak kalian melihat sisi lain di tanggal 14 ini. Sisi lain yang mungkin sering kali terabaikan. Sebuah sisi dalam otak saya J.
Sejak dahulu V’ Day selalu digaungkan oleh kafir Barat (terlepas dari sejarah versi mana yang shohih) ke seluruh dunia, tak terkecuali dunia Islam. Dan yang lebih menykitkan lagi, gaung ini semakin keras ketika mereka telah berada pada jarak yang sangat dekat dengan telinga-telinga generasi muda. Ya, generasi penerus Islam. Lalu mengapa saya katakan itu menyakitkan, padahal sang pengusung V’ Day sendiri menyatakannya sebagai Hari Kasih Sayang?!
Klaim tetaplah hanya sekedar klaim. Siapa pun berhak memberikan klaim tentang apa pun dan bagaimana pun. Dan setiap orang pun berhak menolak atau menerima sebuah klaim, tentang apa pun dan bagaimana pun. Jadi sesungguhnya sebuah klaim sama sekali tidak bermakna, kecuali jika ia bersesuaian dengan fakta.
Selanjutnya, bagaimana dengan klaim kaum kafir Barat terhadap tanggal 14 Februari yang katanya hari kasih sayang?! Mari kita lihat faktanya...!
Mungkin memang benar, bahwa pada tanggal 14 Februari ini, mereka (baca: kafir barat) saling mencurahkan kasih sayangnya kepada sesama. Ya, mungkin sesama manusia, keluarga, teman, atau pasangan mulai dari yang resmi sampai yang ilegal. Mulai dari berbagi coklat, mawar, pernak-pernik merah muda, bahkan sampai ucapan “Be my Valentine”. Dan tradisi ini pun terus mereka tularkan pada kaum muslimin, hingga akhirnya tak sedikit dari kaum muslimin yang terjangkit virus mematikan ini.
Ya, ini adalah virus yang mematikan! Lihatlah bagaimana para pasien penderitanya pun tidak menyadari bahwa mereka tengah sekarat! Mereka terjerumus dengan kasih sayang yang semu yang justru menjerumuskan. Dan mereka pun tertipu dengan mengira bahwa kafir barat adalah orang-orang baik yang penuh dengan kasih dan sayang. Hanya karena sebuah tanggal, 14 Februari!
Memang, kita akui bahwa mereka telah menyebarkan warna merah muda yang begitu indah pada hari Valentine ini. Tetapi ingatlah, hanya 14 Februari saja! Ya, hanya SATU HARI saja! Selanjutnya, lihatlah bagaimana hari-hari mereka digenangi oleh merah darah kaum muslimin di berbagai belahan dunia Islam!!! Bahkan tak terkecuali pada tanggal ini pun (yang katanya hari kasih sayang), saya yakin mereka belum berhenti untuk membantai kaum muslimin. Dan perang ini memang tak kan pernah usai! Ini sudah menjadi janji-Nya ta’ala bahwa mereka tidak akan pernah ridho pada kita!
Lalu, dimana letak kasih sayang yang mereka gaungkan itu?!
A’udzu biLLahi ar-Rohmani ar-Rohimi mina al-yaumi ‘al-Falintin’.
1 Comments:
Ya, mungkin karena itu
By
Anonymous, at 11:32 PM
Post a Comment
<< Home